Kamis, 27 Oktober 2011

pisces


v  Ikan Tawes
A.    Klasifikasi
Kerajaan  :       Animalia
Filum
        :      Chordata
Kelas
        :      Actinopterygii
Ordo
        :       Cypriniformes
Famili
      :       Cyprinidae
Genus
      :       Barbonymus
Spesies
    :       B. gonionotus

B.     Habitat
Berkembang biak di sungai dan rawa – rawa misalnya  perairan dengan air yang jernih dan terdapat aliran air. Ikan ini memiliki sifat biologis yang membutuhkan banyak oksigen. Jika ditempatkan dalam air yang miskin oksigen ia dengan mudahnya mati.

C.    Makanan
Ikan tawes adalah ikan yang termasuk herbivore atau pemakan tumbuhan, namun ikan tawes yang sudah dikembang biakkan di  kolam dapat diberi makan pelet atau makanan alami berupa daunt talas. Perkembangan ikan di kolam akan jauh lebih cepat karena pola makan yang cukup dan teratur dan tujuannya adalah sebagai ikan konsumsi menyebabkan ikan tawes jarang di gunakan sebagai ikan pancingan di kolam – kolam pancing.

v Ikan Nilem
A.    Klasifikasi
Filum                 : Chordata
Subfilum           : Vertebrata
Kelas                : Pisces
Subkelas           : Teleostei
Ordo                 : Ostariophysi
Sub Ordo          : Cyprinoida
Famili               : Cyprinidae
Sub famili          : Cyprininae
Genus               : Ostechilus   
Spesies             : Osteochilus hasselti

B.     Morfologi 
Bentuk tubuh hampir serupa dengan ikan mas. Bedanya, kepala ikan nilem relatif lebih kecil. Pada sudut-sudut mulutnya, terdapat dua pasang sungut peraba. Warna tubuhnya hijau abu-abu. Sirip punggung memiliki 3 jari-jari keras dan 12-18 jari-jari lunak. Sirip ekor berbentuk cagak dan simetris.Sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak. Sirip perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan 8 jari-jari lunak. Sirip dada terdiri dari 1 jari-jari keras dan 13-15 jari-jari lunak. Jumlah sisik pada gurat sisi ada 33-36 keping. Dekat sudut rahang atas ada 2 pasang sungut peraba.

C.    Habitat
Ikan ini terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Pada umumnya, ikan nilem dapat dipelihara pada daerah dengan ketinggian sekitar 150-800 m dpL.

D.    Makanan
Ikan ini termasuk kelompok omnivora, makanannya berupa ganggang penempel yang disebut epifition dan perifition.

E.     Reproduksi
Reproduksi pada ikan nilem dikontrol oleh kelenjar pituitari yaitu kelenjar hipotalamus, hipofisis – gonad, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya pengaruh dari lingkungan yaitu temperatur, cahaya, cuaca yang diterima oleh reseptor dan kemudian diteruskan ke sistem syaraf kemudian hipotalamus melepaskan hormon gonad yang merangsang kelenjar hipofisa serta mengontrol perkembangan dan kematangan gonad dalam pemijahan.

v  Ikan Koi
A.    Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               :
 Chordata
Kelas               :
 Actinopterygii
Ordo                :
 Cypriniformes
Family             :
Cyprinidae
Genus              : Cyprinus
Spesies             :
Cyprinus carpio



B.     Morfologi
Ikan koi mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan koi ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.
C.    Habitat
Di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%.

D.    Makanan
Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

v  Ikan Jambal
A.    Klasifikasi
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Osteichythyes
Ordo          : Ostariophisi
Subordo                : Suluroida
Famili        : Panganidae
Genus        : Pangasius
Spesies     : Pangasius hypophtalmus
B.     Morfologi
Ikan jambal siam memiliki bentuk tubuh kepala depressed dan tubuh compressed, mulut subterminal (mulut dekat ujung hidung dan sedikit agak kebawah), terdapat sungut, lubang hidung dirhinous, mata terdapat di kiri dan di kanan, terdapat tutup insang, tidak bersisik,
Ikan jambal siam memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (pinnae dorsalis), sirip dada (pinnae pectoralis), sirip dubur (pinnae analis) dan sirip ekor (pinnae caudalis). Memiliki 1 sirip punggung, letak sirip punggung berada di pertengahan, permulaan dasar sirip punggung persis sama dengan sirip perut, sirip punggung dengan sirip ekor terpisah. Sirip dada horizontal, posisi sirip dada dibawah línea lateralis persis di bawah tutup insang. Posisi sirip perut dibandingkan sirip dada adalah Sub abdominal, yaitu sirip perut terletak di belakang sirip dada. Sirip anus terpisah dengan sirip ekor, sirip anus tidak diliputi sisik. Sirip ekor bercagak.
Bentuk mulut non proctactile (tidak dapat disembulkan ke depan), ukuran mulut sedang karena celah mulut lebih besar dari pada ikan bercelah mulut sempit, posisi mulut dengan bola mata tegak lurus dengan sisi depan bola mata, ukuran bibir tipis, bibir atas ditutupi oleh kulit lipatan hidung, rahang atas bersambung dengan rahang bawah, bentuk bibir atas tidak bergerigi, ukuran moncong pendek dengan bentuk tumpul dan pada ujungnya tidak terdapat duri, terdapat sepasang sungut di rahang atas. Susunan línea lateralis lengkap dan sempurna, bentuk línea lateralis melengkung ke atas, terdapat 1 linea lateralis.Integumen merupakan bagian terluar dari ikan sebagai sistem pembalut tubuh. Kulit ikan terdiri dari lapisan epidermis dan dermis. Ikan jambal siam tidak terdapat sisik (squama) yang membungkus tubuhnya. Sirip lengkap dan terdapat jari – jari sirip keras, jari- jari sirip lemah mengeras, dan jari – jari sirip lemah. Warna kulit paada bagian dorsal bewarna hitam, bagian medial bewarna abu – abu, dan bagian ventral bewarna putih dan terdapat sedikit titik – titik atau bercak warnna merah yang membedakan jambal siam dengan jenis dalam genus Pangasius.
Otot rangka lateral pada jambal siam tergolong picine yang tersusun dari cranial hingga caudal yang berbentuk conismusculi (kerucut).Pada ikan, otot dibagi 2 daerah oleh adanya selaput tipis yang disebut septum horizontal, yaitu musculus epaxial (septum horizontal dibagian dorsal) dan musculus hepaxial (septum horizontal dibagian ventral).
Ikan jambal siam memiliki tergolong ikan yang memiliki tutup insang akan tetapi ikan ini tidak memiliki alat pernafasan tambahan.



C.    Reproduksi
    Perkembangan sistem pencernaan ikan dimulai sejak larva menetas. Kuningtelur ikan jambal siam habis saat umur 3-4 hari dan sehari sebelumnya larva ikan mulaimakan. Pada stadium larva diberikan pakan alami (zooplankton) (Leng, 1986). Mulaiumur 15 hari responsif terhadap pakan buatan, tetapi baru setelah berukuran 2,5 cm(umur 20-25 hari), bukaan mulut ikan dapat menangkap pellet. Saat tersebut ikan mulaimemasuki tahap pendederan kedua sampai benih berukuran 5 cm (umur 2 bulan), danbiasanya petani mulai membesarkannya sampai ukuran konsumsi (400-500g) selama 3-4 bulan.

v  Ikan Bandeng

A.    Klasifikasi     
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Gonorynchiformes
Famili              : Chanidae
Genus              : Chanos
Spesies             : C chanos

B.     Morfologi
Tubuhnya berbentuk memanjang, padat, pipih, dan oval Perbandingan tinggi dengan panjang total sekitar 1 : (4,0-5,2). Sementara itu, perbandingan panjang kepala dengan panjang total adalah 1 : (5,2 - 5,5) Kepala tidak bersisik. Mulut terletak di ujung dan berukuran kecil. Rahangnya tanpa gigi. Mata tertutup oleh kulit bening (subcytuneus). Tutup, insang terdiri dari tiga bagian tulang, yaitu operculum suboperculum dan radii branhiostegi, semua tertutup selaput membran branhiostegi. Sirip dada terletak dekat/di belakang tutup, insang dengan rumus jari-jari PI. 16-17. Sirip, perut terletak di bawah perut, dengan rumus jari-jari VI. 10-11. Sirip dubur terletak dekat anus dengan rumus jari-jari A 11. 8-9. Garis sisi (Linea lateralis) terletak memanjang dari belakang tutup insang dan berakhir pada bagian tengah sirip ekor.


C.    Habitat
Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.

D.     Reproduksi
Ikan bandeng memiliki dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina, bandeng jantan dapat diiketahui dari lubang anusnya yang hanya dua buah dan ukuran badan agak kecil sedangkan bandeng betina memiliki lubang anus tiga buah dan ukuran badan lebih besar dari ikan bandeng jantan..
Siklus Hidup Ikan Bandeng Yaitu :
ü  Stadia telur
ü  stadia yolk sac
ü  stadia larva
ü  stadia bandeng muda
ü  stadia bandeng dewasa.
E.     Manfaat
Bandeng (Chanos chanos Forsskål) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu.
Ikan bandeng sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. dan bandeng bisa diolah dengan cara :
1.      Digoreng, 
2.      Dibakar, 
3.      Dikukus, 
4.      Dipindang, atau diasap.







v  Ikan Sepat 

A.    Klasifikasi

                Kerajaan:
                Filum     :
                Kelas     :
                Ordo      :
                Famili    :
               Genus     :
               Spesies   :
Trichogaster trichopterus
B. Morfologi
   Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit, panjang total hingga 120. Perak buram kebiruan atau kehijauan, dengan beberapa pita miring berwarna gelap, serta bercak hitam masing-masing sebuah pada tengah sisi tubuh dan pada pangkal ekor. Namanya dalam bahasa Inggris, Three spot gourami, merujuk pada kedua bintik hitam itu, ditambah dengan mata sebagai bintik yang ketiga. Sirip ekor berlekuk (berbelah) dangkal, berbintik-bintik.
Warna tubuh ikan ini amat bervariasi, baik perimbangan terang gelapnya maupun pola-pola warna tubuhnya. Demikian pula bilangan jari-jari pada sirip-siripnya. Rumus sirip dorsal, VI-VIII (jari-jari keras atau duri) dan 8–9 (jari-jari lunak); dan sirip anal X-XII, 33–38. Gurat sisi 30–40 buah. Panjang standar (tanpa ekor) 2,3–2,5 kali tinggi badan. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek.
D.      Habitat
Ikan ini hidup di rawa-rawa, danau, aliran-aliran air yang tenang, terutama yang banyak ditumbuhi tumbuhan air dan umumnya lahan basah di dataran rendah termasuk sawah-sawah serta saluran irigasi.
E.       Makanan
Sepat rawa memakan tumbuh-tumbuhan air dan lumut serta zooplankton, krustasea kecil dan aneka larva serangga.

F.       Reproduksi
Pada musim berkembang biak, ikan jantan membangun sebuah sarang busa untuk menampung dan memelihara telur-telur sepat betina, yang dijaganya dengan agresif. Sepat, sebagaimana kerabat dekatnya yakni tambakan, gurami, betok, dan cupang, tergolong ke dalam anak bangsa (subordo) Anabantoidei.
 Kelompok ini dicirikan oleh adanya organ labirin (labyrinth) di ruang insangnya, yang amat berguna untuk membantu menghirup oksigen langsung dari udara. Adanya labirin ini memungkinkan ikan-ikan tersebut hidup di tempat-tempat yang miskin oksigen seperti rawa-rawa, sawah dan lain-lain. Sebagian besar makanan sepat rawa adalah tumbuh-tumbuhan air dan lumut. Namun ikan ini juga memangsa hewan-hewan kecil di air, termasuk ikan-ikan kecil yang dapat termuat di mulutnya. Ikan ini sering ditemui di tempat-tempat yang terlindung oleh vegetasi atau sampah-sampah yang menyangkut di tepi air. Ikan sepat rawa menyimpan telur-telurnya dalam sebuah sarang busa yang dijaga oleh si jantan.
Setelah menetas, anak-anak sepat diasuh oleh induk jantannya itu hingga dapat mencari makanan sendiri. Sepat rawa diketahui dapat bernafas langsung dari udara, selain menggunakan insangnya untuk menyerap oksigen dari air. Akan tetapi, tak seperti ikan-ikan yang mempunyai kemampuan serupa (misalnya ikan gabus, betok atau lele), ikan sepat tak mampu bertahan lama di luar air. Ikan ini justru dikenal sebagai ikan yang amat mudah mabuk dan mati jika ditangkap.
v  Gurami
A.    Klasifikas
 
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Osphronemus goramy

B. Morfologi
           Bentuk tubuh gurami agak panjang, tinggi, dan pipih ke samping. Panjang maksimumnya mencapai 65 cm. Ukuran mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan. Gurami memiliki garis lateral (garis gurat sisi atau linea literalis) tunggal, lengkap dan tidak terputus, serta memiliki sisik berbentuk stenoid (tidak membulat secara penuh) yang berukuran besar. Ikan ini memiliki gigi di rahang bawah. Di daerah pangkal ekornya terdapat titik bulat berwarna hitam. Bentuk sirip ekor membulat. Ikan ini juga memiliki sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang panjang yang befungsi sebagai alas peraba. Secara umum, tubuh gurami berwarna kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada. Gurami muda memiliki dahi berbentuk normal atau rata. Semakin dewasa, ukuran dahinya menjadi semakin tebal dan tampak menonjol. Selain itu, di tubuh gurami muda terlihat jelas ada 8-10 buah garis, tegak atau vertikal yang akan menghilang setelah ikan menginjak dewasa.
D.    Habitat
Gurami umumnya hidup dan banyak dipelihara di perairan tawar, terutama pada perairan yang tenang dan dalam. Gurami dapat tumbuh dan berkembang pada perairan tropis dan subtropis. Ikan ini mempunyai daya adaftasi tinggi terhadap lingkungan, tetapi lebih cocok hidup pada ketinggian maksimal 800 m di atas permukaan laut.
E.     Makanan
Ikan gurami termasuk dalam ikan pemakan segala atau omnivora. Di habitat asalnya ikan inimemakan fioplankton, zoo plankton, serangga dan daun tumbuhan lunak. Pada saat dewasa guramilebih suka memakan tanaman anir seperti azoll  mata lele ), lemna, Hydrilla ( ekor kucing ) Ceratopgyllum, myriophyllum ( ekor tupai, pistis ( apu – apu ), kangkung, dan genjer. Untuk pembudidyaan gurami di kolam umpan alaminya adalah daun talas ( daun sente ), daun pepaya, daun ubi kayu ( singkong ) dan kangkung. Saat dibudidayakan, ikan gurami dapat dioptimalkan pertubuhannya dengan memberinya pelet.
F.     Reproduksi
Bahwa pada periode larva, ikan mengalami dua fase perkembangan, yaitu prolarva dan pasca larva. Ciri-ciri prolarva adalah masih adanya kuning telur, tubuh transfaran dengan beberapa pigmen yang belum diketahui fungsinya, serta adanya sirip dada dan sirip ekor walaupun bentuknya belum sempurna. Mulut dan rahang belum berkembang dan ususnya masih merupakan tabung halus, pada saat tersebut makanan didapatkan dari kuning telur yang belum habis terserap. Biasanya larva ikan yang baru menetas berada dalam keadaan terbalik karena kuning telurnya masih mengandung minyak. Gerakan larva hanya terjadi sewaktu-waktu dengan menggerakan ekornya ke kiri dan ke kanan.
Pasca larva ikan ialah masa dari hilangnya kantung kuning telur sampai terbentuk organ-organ baru atau selesainya taraf penyempurnaan organ-organ yang ada. Pada akhir fase tersebut, secara morfologis larva telah memiliki bentuk tubuh hampir seperti induknya. Pada tahap pascalarva ini sirip dorsal (punggung) sudah mulai dapat dibedakan, sudah ada garis bentuk sirip ekor dan anak ikan sudah lebih aktif berenang. Kadang-kadang anak ini memperlihatkan sifat bergerombol walaupun tidak selamanya. Setelah masa pasca larva ini berakhir, ikan akan memasuki masa juvenile.
v  Mujair
A. Klasifikasi
                Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochormis
Species: Oreochormis mossambicu        

A.       Morfologi
           Ikan berukuran sedang, panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm. Bentuk badannya pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning.
           Sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.

B.       Habitat
                   Mujair banyak ditemukan hidup liar di berbagai perairan air tawar, mulai dari danau, waduk, situ,    rawa maupun sungai. Selain itu, mujair juga dapat ditemukan di air payau seperti di tambak atau muara sungai. Kemampuan hidup di air payau tersebut sangat dimungkinkan  
C.           Makanan
             Ikan mujair mampu mengkonsumsi berbagai jenis makanan di lingkungannya, seperti plankton, sisa-sisa dedaunan, organisme bentos, detritus, larva ikan lain dan sebagainya.karena mujair memiliki toleransi yang besar terhadap berbagai tingkat salinitas air.
D.       Reproduksi
            Telur mujair dierami di dalam mulut induk betina selama 3-4 hari.  Larva yang baru menetas akan hidup dari kuning telurnya selama 5-7 hari.  Pada hari ke 8, larva mujair mulai bisa makan  Selama periode 14-17 hari larva mujair dilindungi oleh induk betina di dalam mulutnya. Sesekali larva ikan keluar dari mulut induknya, berenang di sekitar induknya untuk mendapatkan makanan. Ketika lepas dari perlindungan mulut induk betina, larva mujair biasanya mencapai ukuran  9 -10 mm. 

v  Ikan Tongkol
A.    Klasifikasi
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
 Kelas        :
 Ordo         : Goboioida,
 Family      : Scombridae,
 Genus       : Euthynnus,
 Spesies     : Euthynnus affinis

B.     Morfologi
Bentuk badanya memanjang yang kedua ujungnya meruncing Sirip dada melengkung, ujungnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang. Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet ada sekitar 7-8 finlet.,  Dari bentuk ikan adanya dua sirip punggung dan banyaknya finlet ini menujukan ikan tongkol termasuk jenis ikan perenang cepat.
C.    Habitat
Ikan Tongkol merupakan salah satu jenis ikan pelagis artinya hidup dilapisan atas dari suatu perairan yang memghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia.

v  Ikan Tenggiri
A.    Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Family             : Scombridae
Genus              : Acanthocybium
Spesies             : Acanthocybium solandri

B.     Morfologi
Acanthocybium solandri adalah species ikan laut yang oleh sebagian masyarakat Indonesia dikenal dengan nama Tenggiri Laki. Tubuhnya tertutupi oleh sisik kecil dan tipis, punggungnya berwarna hijau-kebiruan, sisik berwarna perak, dengan pola garis-garis berwarna biru gelap, warnanya akan semakin pudar ketika mati. Ikan ini bermulut besar, dan taring di bagian bawah dan atas mulutnya terlihat lebih tajam telah tercatat sampai dengan 2,5 meter (8 ft 2 in) panjang, dan berat sampai 83 kilogram.  Pertumbuhan ikan tenggiri sangat cepat. Satu ikan`yang beratnya 5 kilogram (11 pon) tumbuh sampai 15 kg (33 lb) dalam satu tahun. Ikan tenggiri dapat berenang hingga 80 kilometer per jam (50 mph),

C.    Habitat
Ikan tenggiri laki merupakan ikan jenis pemangsa (predator) yang dihabitatnya di seluruh dunia bisa hidup berkumpul atau sendiri-sendiri diwilayah perairan tropis dan sub tropis dengan ukuran rata-rata 5-20 kg, ikan ini biasa berada di tubiran karang dan selalu berpindah tempat, bermigrasi ke tempat-tempat yang mudah dijumpai makanan untuk ikan tenggiri laki yang ukuran mangsanya lebih kecil dari ukuran tubuhnya tanpa perlu mengunyahnya terlebih dahulu.


D.    Kebiasaan
Dengan memiliki bentuk tubuh yang aerodinamik, ikan tenggiri laki dalam kondisi tertentu dapat melipat sirip-siripnya sehingga membentuk seperti sebuah peluru kendali untuk mengurangi faktor tahanan/resistansi didalam air agar mencapai kecepatan tertinggi. Seperti mengejar mangsa atau dalam kondisi terancam, menurut beberapa pakar atau ahli dibidang perikanan, rekor kecepatan yang pernah tercatat, seekor ikan tenggiri laki dapat berenang dengan kecepatan tertinggi hingga 75 km per jam. Kadangkala saat mengejar mangsanya dengan kecepatan tinggi dari dalam air dan disaat menerjang mangsa kecil atau yang lolos tanpa melakukan pengereman, seekor ikan tenggiri laki terlihat "terbang" atau loncat keluar dataran air.

E.     Makanan
Ikan tenggiri laki merupakan ikan jenis pemangsa (predator) Makanan mereka terdiri dari ikan lain dan cumi-cumi.

F.     Manfaat
Ikan tenggiri laki sendiri kurang terkenal sebagai makan sehari hari masyarakat kota-kota besar, karena itu anda akan jarang sekali menemukan menu ikan tenggiri laki di restoran-restoran besar. Daging ikan tenggiri laki yang lebih keras dan kenyal dibanding ikan tenggiri menjadikan ikan ini kurang disenangi oleh masyaraka. Namun di Hawai ikan tenggiri laki banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan bahkan sebagai hadiah dari lomba memancing karena memiliki daging yang putih dan halus, oleh karena itu ikan tenggiri laki di Hawai disebut Wahoo atau Ono yang artinya “enak” atau “ lezat”.





v   Ikan Bawal

A.    Klasifikasi
Filum         :Chordata
Subfilum   :Craniata
Kelas         :Pisces
Subkelas   :Neoptergii
Ordo         :Cypriniformes
Subordo    :Cyprinoidea
Famili       :Characidae
Genus       :Colossoma
Spesies     :Colossoma macropomum

B.     Morfologi
Bentuk tubuh ikan bawal tampak membulat ( oval ) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2 : 1. Bila dipotong secara vertikal, ikan bawal memiliki bentuk tubuh pipih (compresed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh 4 : 1. Bentuk tubuh seperti ini menandakan gerakan ikan bawal tidak cepat seperti ikan lele atau grass carp, tetapi lambat seperti ikan gurame dan tambakan. Sisiknya kecil berbentuk ctenoid, dimana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan.
Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pada bawal dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus, dan bagian bawah sirip ekor berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri khusus bawal  olehorang Inggris dan Amerika disebut red bally pau. Ikan bawal memiliki kepala kecil dengan mulut terletak di ujung kepala, tetapi agak sedikit ke atas. Matanya kecil dengan lingkaran berbentuk seperti cincin. Rahangnya pendek dan kuat serta memiliki gigi seri yang tajam. Ikan bawal memiliki 5 buah sirip (pinnae), yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor. Sirip punggung tinggi kecil dengan sebuah jari-jari agak keras, tetapi tidak tajam, sedangkan jari-jari lainnya lemah. Berbeda dengan sirip punggung bawal laut yang agak panjang, letak sirip ini pada bawal air tawar agak ke belakang. Sirip dada, sirip perut, dan sirip anus kecil dan jari-jarinya lemah. Demikian pula dengan sirip ekor, jari-jarinya lemah, tetapi berbentuk cagak.

C.    Habitat
Habitat asli ikan bawal adalah di Brazil, ikan ini banyak ditemukan di sungai-sungai besar seperti Sungai Amazon dan beberapa anak sungainya. Di Indonesia ikan bawal banyak ditemukan di perairan tawar. Ikan ini hidup secara bergerombol dan menyukai bagian perairan sungai yang berair tenang

D.    Makanan
Setiap ikan mempunyai kebiasaan makan yang berbeda. Ada tiga golongan ikan berdasarkan kebiasaan makan yaitu ikan yang biasanya makan di dasar perairan, di tengah, dan di permukaan. Apabila dilihat dari jenis makanannya, ikan digolongkan dalam tiga golongan pula, yaitu herbivora (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging), dan omnivora (pemakan segala). Ikan bawal tergolong omnivora. Meskipun tergolong omnivora, ternyata pada masa kecilnya (larva), bawal lebih bersifat karnivora. Jenis hewan yang paling disukai adalah crustacea, cladocera, copepoda, dan ostracoda. Pada umur dua hari setelah menetas, mulut larva mulai terbuka, tetapi belum bisa menerima makanan dari luar tubuh, makanannya masih dari kuning telurnya. Umur empat hari, kuning yang diserap oleh tubuh sudah habis dan pada saat itulah larva mulai mengonsumsi makanan dari luar. Apabila diamati kebiasaan makannya, bawal tergolong ikan yang lebih suka makan di bagian tengah perairan. Dengan kata lain, bawal bukanlah ikan yang biasa makan di dasar perairan (bottom feeder) atau di permukaan perairan (surface feeder).

E.     Reproduksi
            Membedakan bawal jantan dan betina pada saat masih kecil memang sulit. Beberapa tanda yang bisa dilihat adalah bawal betina memiliki tubuh yang lebih gemuk, sedangkan bawal jantan selain lebih langsing, warna merah pada perutnya lebih menyala. Apabila sudah matang gonade, perut betina akan terlihat gendut dan gerakannya lamban. Adapun bawal jantan selain agresif juga akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu bila dipijat ke arah anus.
             Seperti ikan lainnya, bawal pun biasanya memijah pada awal dan selama musim hujan. Di Brazil dan Venezuela, kejadian itu terjadi pada bulan Juni dan Juli. Adapun di negara-negara lainnya, bawal dapat mengikuti musim yang ada, misalnya di Indonesia kematangan gonad bawal terjadi pada bulan
 Oktober sampai April. Sebelum musim pemijahan tiba, induk yang sudah matang akan mencari tempat yang cocok untuk melakukan pemijahan. Daerah yang paling disukai adalah hulu sungai yang biasanya pada musim kemarau kering, sedangkan pada musim hujan tergenang. Daerah yang seperti ini memberikan rangsangan dalam memijah.
            Saat pemijahan berlangsung, induk jantan akan mengejar induk betina. Induk betina kerap kali akan membalas dengan cara menempelkan perut ke kepala induk jantan. Apabila telah sampai puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dan induk jantan akan mengeluarkan sperma. Telur yang telah keluar akan dibuahi dalam air (di luar tubuh).


F.      Manfaat
Ikan bawal sebenarnya nmasih cukup baru diperkenalkan di industri perikanan tanah air, namun karena hasil penyebarannya mendapat respon dari para petani ikan. Jumlah orang yang mengkonsumsi ikan bawal semakin hari semakin meningkat. Ikan bawal memiliki rasa daging yang gurih dan enak, meski cukup banyak duri pada dagingnya.


v  Ikan kembung
A.    Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Family             : Scombridae
Genus              :
Rastrelliger
Spesies            : Rastrelliger kanagurta 

B.     Morfologi
Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, ukuran tubuhnya mencapai 15-30 cm Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 1–2 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan.
Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat di belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat  di masing-masing sisi batang ekor. Di depan dan belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose).

C.    Habitat
Ikan kembung hidup di laut kisaran kedalaman 20 - 90 m yang daerah penyebarannya sangat luas yaitu di perairan pantai Indonesia dengan konsentrasi terbesar di Kalimantan, Sumatera Barat, Laut Jawa dan Selat Malaka.

D.    Kebiasaan 
Selalu hidup bergerombol, dapat berenang dengan cepat yang ditandai dengan bentuk tubuh yang stream line . Ikan kembung juga cenderung berenang mendekati permukaan air pada waktu malam hari dan pada siang hari turun ke lapisan yang lebih dalam. Gerakan vertikal ini dipengaruhi oleh gerakan harian plankton dan mengikuti perubahan suhu, faktor hidrografis dan salinitas. 

E.     Makanan
Ikan kembung menyukai makanan berupa ikan-ikan kecil atau plankton hewani.


F.     Reproduksi

Reproduksinya adalah ovoparus yaitu telur dibuahi diluar tubuh ikan dan telurnya bersifat planktonis.
G.    Manfaat
Ikan kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang.








1 komentar: