Kamis, 27 Oktober 2011

Momordica sp


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
                Tanaman sayur merupakan salah satu sumber bahan-bahan yang dibutuhkan oleh manusia, karena banyak mengandung mineral, Vitamin, protein dan karbohidrat. Salah satu sayur yang banyak dikenal di Indonesia adalah pare atau paria.
            Tanaman pare sangat dikenal karena memiliki rasa yang khas yaitu rasa pajit pada buahnya, namun walau rasanya pahit tanaman pare ini dikonsumsi oleh banyak oang sebagai bhan pelengkap sayuran. Selain itu kandungan gizi dalam buah pare sangat banyak sehingga banyak orang yang memanfaatkan pare sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit.
            Penikmat tanaman pare ini tidak hanya di Indonesia melainkan hingga kepelosok Negara di dunia karena penyebaran tanaman pare yang sengat cepat pada masa dahulu. Walau begitu masih banyak juga masyarakat terutama kalangan remaja yang enggan mengkonsumsi buah pare.
Pare termasuk salah satu jenis sayuran berpotensi komersial bila dibudidayakan secara intensif dengan skala agribisnis. Nilai ekonomi sosial pare cukup tinggi. Selain merupakan komoditas usaha tani yang menguntungkan dan bahan dagangan di pasar lokal hingga swalayan, Meskiput prospek pasar pare cukup cerah, namun kultur budidaya tanaman ini ditingkat petani masih bersifat usaha sampingan. Pada umumnya budi daya tanaman pare dilakukan dalam skala kecil dilahan-lahan pekarangan dan tegalan tanpa pemeliharaan intensif.

1.2       Tujuan
            Tujuan penelitian ini adalah  :
1.                Untuk mengetahui kehidupan dari tanaman pare mulai dari pembibitan hingga hasil yang dipanen
2.                Untuk melatih keterampilan dalam penanaman tanaman pandan untuk pengembangan agribisnis
3.                Untuk mengetahui manfaat dari tanam pare
4.                Untuk mengetahui kendungan gizi tanaman pare





                                                                                BAB II
MENGENAL TANAMAN PARE
            Pare di kenal dengan rasa buahnya yang pahit meskipun demikian banyak orang yang mengkonsumsi tanama ini. Selain itu pare juga dapat menjadi obat bagi beberapa penyakit.
            Pare bukan tanaman asli Indonesia namun diperkirakan berasa dari Asia tropis trerutamadi Myanmar dan India bagian barat. Tanaman ini jjuga ditemukan du Nepal, Sri Langka Cina dan dibebrapa Negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.
            Secara umum tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis termasuk di wilayah Amazon,, Afrika, Asia, dan Kurbia. Tanamain ini ada yang dibudidayakan adajuga yang tumbuh liar. Menurup seorang ahli sejarah bernama Li, tanam pare pertama kali di budidayakan di Cina pada abad ke -16. Sementara penduduk Amazon sudah memanfaatkan pare selain untuk bahan pangan tetapi juga untuk obat – obatan. Penduduk Brasil sudah menggunakan pare untuk mengobati penyakit tumor, diabetes. Malaria, reumatik da alain – lain. Dan untuk orang Mexiko akar tanaa pare digunakan untuk obat kuat.
Wilayah penyebaran pare yang sengat luas menybabkan tanaman ini dikenal dengan berbagai nama. Di derah Jawa menyebutnya dengan paria dan di berapa wilayah sumatra pare dikenal dengan nama prieu, paria, polia dan kembeh. Nama lainya adalah seperti di daerah Jakarta disebut pepareh, di Madura disebut paya, di Bali disebut prien, di Gayo disebut popare, di Manado disebut papare , di Maluku disebut  papalia, di Nusatenggara disebut pariak dan di Nias disebut foria.
                Selain di Indonesia terdapat berbagai macam nama untuk tumbuhan pare seperti di Jeman disebut margose, Spanyol disebut curdiamur, Filiphina (ampalaya), india (kerela), Cina (fukuwa), Jepang (kiuri), Inggris (bittegourd, balsmpear, bitter melon.)

2.1                          Taksonomi Pare
            Menurut klasifikasi tanaman  (sistematika) tumbuhan, pandan termasuk ke dalam :
Kerajaan      : Plantae
Divisi
          : Magnoliophyta
Kelas
           : Magnoliopsida
Ordo
           : Violales
Famili
         : Cucurbitaceae
Genus
          : Momordica
Spesies
        : Momordica charantia
2.2              Morfologi Pare
Termasuk tumbuhan semusim (annual) yang besifat menjalar atau merambat, dan berbau tidak enak. Batang berusuk lima panjang 5m yang berambut cukup rapat, tidak berkayu, mempunyai sulur-sulur pembelit yang berbentuk pilin.
Daun terbagi 5-9 dalam, bulat dengan pangkal daun bentuk jantung, garis tengah 4-17 cm, berbintik-bintik tembus cahaya, berbentuk menjari dengan permukaan atas berwarna hijau muda atau hijau kekuning-kuningan.
Bunga tumbuh dari ketiak daun yang berwarna kuning menyala, sebagian jantan dan sebagian betina. Betina dapat menjadi buah berlekuk menyirip, tangkai bunga 5-15 cm dekat pangkalnya dengan daun pelindung bentuk jantung hingga bentuk ginjal. Kelopak bentuk lonceng, dengan banyak tusuk atau tulang
membujur yang berakhir pada 2-3 sisik yang melengkung kebawah. Mahkota bentuk roda, taju bentuk memanjang hingga bulat telur terbalik, bertulang 1,5-2 berwarna oranye, semula bergandengan satu sama lainnya, kemudian lepas, ruang sari bentuk S. bunga betina mempunyai stamenodia 3 bentuk sisik, bakal    buah berparung panjang , berduri tempel halus dan berambut panjang , putik 3 berlekuk 2 dalam atau diantaranya utuh.
Buah berbentuk bulat panjang, permukaan buah berbentuk berbintil-bintil daging buahnya agak tebal, dan didalamnya terdapat sejumlah biji. Biji berbentuk bulat, berkulit agak tebal dan keras, serta permukaan tidak rata. Biji-biji ini dapat digunakan sebagai alat perbanyakan secara generatif. Rasa pahit pada tanaman pare, terutama pada daun dan buahnya, disebabkan oleh kandungan zat sejenis glukosida yang disebut momordisin dan carantin

2.3       Jenis –jenis Pare
Tanaman pare yang dibudidayakan dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu:
1.             Pare hijau ( pare gengge atau pare kodok)
Pare hijau berukuran lebih kecil, berbentuk lonjong, dan permukaan kulitnya berbintil-bintil halus. Pare ini banyak sekali macamnya, diantaranya pare ayam, pare kodok, pare alas atau pare ginggae. Dari berbagai jenis tersebut paling banyak ditanam adalah pare ayam. Buah pare ayam mempunyai panjang 15-20 cm. Sedangkan pare ginggae buahnya kecil hanya sekitar 5 cm. Rasanya pahit dan daging buahnya tipis. Pare hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-para tanaman Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf80X-2kafXi0yPCjq-daOEoKWLK1T5QJxpNsxpt__h_UL3J4SL8LuGIpBz0i2b0si2HQ4iGh3aKc6muUN6_sH20po1M947jfdqkWbjZMLozkDYwFiHYMuOKO8zp49Z6rlu08fMePTOA/s200/Pare1.jpg
Text Box: Kingdom     :  Plantae 
Kerajaan      : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas           : Magnoliopsida
Ordo           : Violales
Famili         : Cucurbitaceae
Genus          : Momordica
Spesies        : M. Charantia

pare hijau dapat tumbuh dengan baik
2. Pare putih ( pare gajih atau pare Bodas)
Pare putih buahnya besar, berbentuk bulat panjang, warnanya putih, dengan permukaan kulit buah yang berbintil-bintil besardan rasanya tidak terlalu pahit.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSyB7ZGO8CElo0GSzagoeX1KV4gwTZAu6ps264Uj1kd35gPPdVl7CY0_K_5A45eEUyWFPwxu-Pk0Sy7V6UMh08ux6OsiqcM20jD3YrXWmbk4AKfK9_kNMa4IHfE2aNbG4Bz1slYT0ydw/s320/pare.jpg





3. Pare ular ( pare belut)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-ETAuzG12O7KsNn231lPb7DlsoV1V-UoVpsfatE3gffThlJ8uWnKMm0Es7w61Fs1YhZekt5wTFWtBe64SFeSEz5QO5zgqhCTRHIef56cF04r1Di9x9GdvnULWbvW9Lfd56n_eIgTTdA/s200/pare+ular.JPG
Text Box: , Kingdom  : Plantae
  Divisi        : Magnoliophyta 
  Kelas        : Magnoliopsida
  SubKelas  : Dilleniidae
  Ordo         : Violales
  Famili       : Cucurbitaceae 
  Genus       : Trichosanthes
  Spesies     : T. anguina L

Jenis Pare ini memang kurang popular, Bentuknya memanjang seperti belut panjangnya antara 30-110 cm dan berdiameter 4-8 cm. berbentuk bulat, berwarna hijau dengan belang-belang putih mirip kulit ular. Permukaan kulitnya halus, tidak ada bintil-bintilnya. Rasanya tidak pahit. Pare belut ini tidak termasuk Momordica sp, melainkan tergolong jenis Trichosanthus anguina L. Meskipun demikian orang lebih terbiasa memasukkan pare belut ini masuk kedalam jenis pare.

2.4       Manfaat Pare
Chevron: 7            Pare merupakan tanam yang rasa buahnya pahit. Namun walau demilian banyak manfaat dari tanaman ini seperti untuk bahan makanan dan juga digunakan sebagai obat. Manfaat pare untuk idjadikan obat sudah diteliti sejak dulu.
Tanaman pare mengandung fixed oil senyawa berupa protein insulin polypeptide P atau protein sayuran, glikosida       ( momordin dan charantin), alkaloid (momordivine), elsatrol, dydroxytryptamine, asam folat, vitamin ( A,B1,B12,C,E), mineral (zink, kalium, kalsium, magnesium, zat besi, fosfo, mangan, tembaga), panthotenic acid, lutein, likopen dan serat. Peptide yang sama dengan insulin dapat menurunkan kadaer gula dalam darah dan urin. Cara kerja protein yang menyerupai insulin dapat meurunkan kadar gliosa dlam darah tidak dengnan cara pengikatan keluarnya insulin oleh beta pancreas.   Zat aktif charantine lebih kuat mengurangu kadar gula dlam darah dari pada tolbutamide.
            Rasanya yang pahit dan sifatnya yang dingin dapat masuk ke meridian jantung, hatim dan paru – paru dan berkhasiat sebagai anti radang, buah pare yang belum masak berfungsi untuk mengurangu glukosa darah, peluruh dahak, memebersihkan darah dari racun, meningkatkn nafsu makan      ( stomakik), pereda deman, penyegaar badan, buah yang telah matang bermanfaat sebagau tonik pada lambung, anti kangker terutama leukemia, dan peluruh haid.
            Buah pare dimanfaatkan untuk pengobatan diabetes militus, batuk berdahak, radang tenggorokan, panas dalam, pingsan karena panas ( heat stroke), mata sakit dan merah, demam, malaria, infeksi acing gelang, tidak nafsu makan, disentri, rematik gout, batu saluran kencing nyeri disaat haid ( dismenore), mengobati psoriasis, jerawat dan sariawan.
Bila dibandingkan dengan brokoli, ternyata pare mengandung kadar betakaroten dua kali lipat lebih banyak, betakaroten sangat bagus untuk membasmi sel kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus. Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi, maka kemungkinan kadar glukosa meningkat dapat dicegah sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.
Meskipun pare bergizi tinggi, namun sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dan wanita hamil. Karena anak-anak masih rentan terhadap pare, dikhawatirkan kadar gula anak akan anjlok. Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pare karena buah ini mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.



2.5       Syarat Tumbuh
- tipe tanah : semua jenis tanah pada dasarnya cocok untuk tanaman pare, namun yang paling cocok adalah tanah bertextur lempung, lempung pasir hingga lempung berliat masih cocok untuk tanaman ini asal mengandung bahan organic.
- pH tanah      :  5,5-6,5
- ketinggian   : 100 – 700 m dpl, pare yang berada di dataran tinggi akan tumbuh dengan ukuran kecil dan tidak normal.
- iklim              :  iklim yang cocok untuk tanam pare berkisar 18-24
 - Curah hujan : relative rendah (60-200mm/bulan) daerah yang benyak mendapat air hujan akan menggagalkan   pembungungaan dan pembuahan.
- Tempat         : harus ditempat yang terbuka agar       mendapat sinar matahari langsung



2.6 Kandungan gizi
Nilai nurtrisi per 100 g (3,5 oz)
No
senyawa
kadar
1
79 kJ (19 kcal)
2
Gula
4,32 g
1,95 g
 2,0 g
3

0,18 g
0,014 g
0,033 g
0,078 g

4
0,84 g

5
Air
93.95 g
6
equiv. 6 μg(1%)
7
0.051 mg (4%)
8
0.053 mg (4%)
9
0.280 mg (2%)
10
0.041 mg (3%)

11
Folate (Vit. B9)

51 μg (13%)

12
33.0 mg (55%)
13
0.14 mg (1%)
14
4.8 μg (5%)
15
9 mg (1%)
16
0.38 mg (3%)
17
16 mg (4%)
18
36 mg (5%)
19
319 mg (7%)

20
6 mg (0%)
21
0.77 mg (8%)













BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1       Bahan
            Alat dan bahan yang diperlukan untuk penaaman pare ini adalah:
*                 Alat
1.      polybag
2.      Skop
3.      Cangkul
4.      plastik
*                 Bahan
1.    Tanah
2.     Pupuk organic ( daun yang dibakar)
3.    biji pare
4.   daun pisang
5.   bambu

3.2       Metode
            Pare ditanam melalui biki yang telah dikeringkan. Dalam penelitian ini penanaman pare menggunakan beberapa media yaitu polybag yang ditutup plastic, ditanam langsung di tanah dan menggunakan daun pisang.
            Berbagai media yang digunaakn ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik. Cara penanamannya pun sama, pertama tanah dicampur dengan pupuk dari daun kering yang dibakar, lalu tanah tersebut dimasukan ke polybag dan daun pisang yang sebelumnya dibentuk seperti tabung namun bagian bawah dan atas tidak ditutup. Penggunaan plastic daun pisang bermaksud  untuk mengurangi kadar air yang masuk, kerena wilayah Bogor adalah wilayah yang tingkat curah hujannya sangat tinggi, sedangkat tanam pare tidak dapat berbuah iika kelebihan air.
            Pada percobaan menggunakan polybag yang ditutup plastic dimaksudkan agar tanaman tidak kemasukan air, air yang didapat oleh tanaman berasal dari uap hasil respirasi tanaman tersebut. Percobaan yang kedua dengan menggunakan daun pisang bermaksud agar air yang masuk tidak tertahan lama dalam daun karena bagian bawah daun tidak ditutup diharapkan air akan masuk ketanah dibawah tanah yang di jadikan media penanaman.
            Pada percobaan ketiga ditanam langsung ditanah dengan membuat gundukan tanah, hal ini bermaksud agar tanam pare yang menjalar akan mudah untuk menjalar.
            Setelah media disiapkan, diamkan terkebih dahulu selama satu malam, setelah itu media baru dapat ditanami dengan cara membuat lubang yang tidak terlalu dalam lalu masukan biji pare lalu tutup kembali lumbang tersebut.            Banbu digunakan untuk membuat para tempat ttumbuhan pare mnejalar, selain itu bamboo diguanakan untuk pembuatan pagar agar lahan penanaman terjaga karena pada penanaman awal pada bulan mei 2011 tanama pare yang telah tumbuh setinggi 28cm dimakan oleh ayam. Sehingga pada penanaman kedua dibuat pagar agar tidak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan.








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       Hasil Pengamatan
            Percobaan dilakukan pad tangga’ 30 April 2011 dan pada tanggal 24 Mei 2011 tanaman pare tumbuh 34cm namun terjadi hal yang tidak diinginkan, tanaman dimakan oleh ayam. Penanaman dilakukan kembali pada tanggal 25 Juni 2011.
A.    Media daun pisang
Tanggal
pengamatan
Hasil
pengamatan
25 Juni 2011
Penanaman dilakukan
30 Juni 2011
Belum tumbuh
2 Juli 2011
-    Tinggi tanaman  : 1,8 cm
-    Jumlah daun      : belim ada
4 juli 2011
-    Tingga tanaman : 3cm
-    Jumlah daun      : 2 sengan diameter 0,5 cm
6 Juli 2011

-    Tunggi tanaman : 7cm
-    Jumlah daun      : 3 buah
8 Juli 2011
Tumbuhan mati

B.     Media ditanam langsung di tanah
Tanggal
pengamatan
Hasil
pengamatan
25 Juni 2011
Penanaman dilakukan
30 Juni 2011
Belum tumbuh
3 Juli 2011
-    Tinggi tanaman : 2 cm
-    Jumlah daun     : belum ada
5        Juli 2011
-    Tinggi tanaman : 3,8 cm
- Jumlah daun      : 2 daun kecil
7 Juli 2011
-    Tinggi tanaman : 3 cm
-   Jumlah daun     : 2 buah
9 Juli 2011
-    Tinggi tanaman : 4,1 cm
-    Jumlah daun     : 2 buah
11 Juli 2011
-   Tinggi tanaman : 5,2cm
- Jumlah daun     : 4 buah
13 Juli 2011
-   Tinggi tanaman : 7,4cm
-   Jumlah daun     : 5 buah
15 Juli 2011
-   Tinggi tanaman : 9,2cm
-   Jumlah daun     : 6 buah
17 Juli 2011
-   Tinggi tanaman : 12 cm
-   Jumlah daun     : 7 buah

C. Media Polybag dengan penutup plastic
Tanggal
pengamatan
Hasil
 pengamatan
25 Juni 2011
Penanaman dilakukan
30 Juli 2011
- Tinggi tanaman  : 3cm
 -Jumlah daun : 1 belum   terbuka sempurna
2 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 5 cm
-Jumlah daun      : 2 buah
4 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 7 cm
-Jumlah daun      : 3 buah
6 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 9,2cm
-Jumlah daun      : 4 buah
8 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 12cm
-Jumlah daun      : 4 buah
10 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 15cm
-Jumlah daun      : 6 buah
12 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 19cm
-Jumlah daun      : 9 buah
14 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 23,8cm
-Jumlah daun      : 13 buah
16 Juli 2011
-Tinggi tanaman  : 27cm
-Jumlah daun      : 18 buah

4.2              Pembahasan
Tanaman pare yang ditanam adalah tanaman pare jenis pare hijau (Momordica charantia). Tanaan pare ini merupakan tanaman pare yang serimg dikonsumsi dan banyak berada dipasaran. Buahnya terasa pahit.
Tanamn pare ini mudah ditanama hanya perlu sedikit memperhatikan kadar air. Dari ketiga percobaan yang dilakukan dengan media yang berbeda didapatkkan hasil yang berbeda.  menggunakan polybeg dengan ditutup plastic merupakan media paling tepat karena dapat mengontrol kadar air, hal ini terbukti dengan biji yang mulai tumbuh pada hari ke-5 (minggu pertama) dibandingkan media daun pisang yang tumbuh pada hari ke-7 dan yang langsung ditanama di tanah tumbuh pada hari ke – 8.
Pada media pisang bukan masalah pengairannya yang membuat tanaman pare tidak tumbuh dengan baik tetapi karena cuaca yang hujan deras di malam hari dan panas di siang hari, hal ini menyebabkan daun pisang mengering sehingga tanaman pada minggu kedua sebelum dipindahkan ke polybag telah layu.
Tanaman pare yang ditutup dengan plastik selain tumbuh dengan cepat daunnya pun lebih mengkilat karena tidak terkena kotoran. Dari semua tanaman pare yang ditanam yaitu berjumlah 10 buah. Dan hampir semua tumbuh dengan baik dan tidak terjengkit hama walaupun pertumbuhannya agak lama pada minggu pertama.
Tanaman ini belum dapat dipanen karena belum berbuah, tanaman pare dapat berbuah pada bulan ke -2 atau ke-3, namun tanaman pare ini baru ditanam selama tiga minggu karena pananaman pertama tumbuhan pare dimakan oleh ayam seingga dimulai kembali penanaman pada tanggal 25 Juli 2011 samapai 16 Juli 2011.








BAB V
PENUTUP

5.1       Kesimpulan
            Tanaman pare merupakan tanaman yang hidup di daerah tropis, penyebaran tanaman ini sangat luas sehingga tanaman ini banyak dikenal orang.
            Dalam proses penanaman pare raltif mudah, hanya perlu memperhatikan proses pengairan. Media yang cocok adalah dengan menggunakan penutup berupa plastik yang dapat mengontrol intensitas air yang masuk.
            Tanaman pare walau pun rasanya pahit namun mengandung banyak gizi dan manfaat, selain untuk bahan makanana tetapi juga untuk obat – obatan.
5.2       Saran
            Penanaman pare agar lebih optimal dapat menggunakan metode ketiga yaitu dengan mengguanakan polybag yang ditutup dengan plastik agar pengairan tidak berlebihan karena dapat mengganggu pertumbuhan bunga dan buah.
            Banyak manfaat yang dapat diambil dari tanaman pare oleh karena itu sosialisasi tentang tumbuhan ini harus lebih intensif karena untuk jaman sekarang tanaman ini mulai ditinggalkan apalagi oleh para remaja yang pada umumnya lebih menyukai makanan luar negeri dan tidak suka karena rasanya yang pahit.



















LAMPIRAN – LAMPIRAN
Description: DSC01542
Description: DSC01541
 




Rounded Rectangle: Hari pertama , 25 Juni 2011
Tiga media
 


Description: DSC01580Description: DSC01581



Rounded Rectangle: Hari ke-7
2  Juli 2011

Rounded Rectangle: Hari ke-9
4  Juli 2011


Description: DSC01593Description: DSC01591           
           



Rounded Rectangle: Hari ke-13
8  Juli 2011
Description: DSC01597
Description: DSC01598 Description: DSC01605
Description: DSC01646,Description: DSC01649,Description: DSC01647,Description: DSC01652,Description: C:\Users\user\My Pictures\DSC01654 (1).JPG
Description: DSC01590 Description: DSC01583 Description: DSC01585
Description: DSC01589 Description: DSC01604
Description: DSC01607
Description: DSC01640 Rounded Rectangle: Hari ke-13
8  Juli 2011

Description: C:\Users\user\My Pictures\DSC01653 (1).JPG
Description: DSC01645
Rounded Rectangle: Hari ke-17
12  Juli 2011

Rounded Rectangle: Hari ke-19
14  Juli 2011
 













































Rounded Rectangle: Kebun kecil dan para tempat tanaman pare merambat
Description: DSC01612
Description: DSC01653
Description: DSC01654
Rounded Rectangle: Tanaman percobaan pertama yang dimakan ayam
Description: DSC01269
 












































                     DAFTAR PUSTAKA       
Dalimartha,dr.setia.2011.Khasiat Buah Dan Sayur.Jakarta :penebar swadaya
Subahan,dr.tati.2004.Khasiat Dan Manfaat Pare Si Pahit Pembasmi Penyakit.Jakarta:agromedia putsaka
Sunarjono,hendro.2011.Bertanam 30 Jenis Sayuran.Jakarta: penebar swdaya
Wahyudi.2011.Meningkatkan Hasil Panen Sayuran.Jakarta : agromedia pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/pare_belut
                       

1 komentar:

  1. Casino Tycoon 2021 - DrmCD
    Casino 통영 출장샵 Tycoon 춘천 출장샵 2020 – Play Casino Tycoon Online | Casino & Table Games for FREE. With 남양주 출장샵 over 1000 games, Casino Tycoon 부천 출장마사지 offers a top casino bonus to your 전라남도 출장안마

    BalasHapus