Senin, 19 April 2010

MAKALAH TANAMAN HYDROPONIK

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara berkembang yang termasuk ke dalam kawasan Asia Tenggara karena rata-rata pendidikan penduduknya relative cukup rendah. Sebagian besar pendudukn Indonesia masih memegang prinsip hidup”banyak anak banyak rejeki” sehingga dari tahun ke tahun jumlah penduduk di Indonesia semakin bertambah banyak. Pemerintah Indonesia telah berupaya menekan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dengan program KB( Keluarga Berencana). Namun karena sebagian besar tingkat pendidikan penduduk cukup rendah sehingga menyebabkan pentingnya melaksanakan program KB masih minim.
Dengan pesatnya jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan kebutuhan akan papan, pangan, dan sandang perkapitannya cukup tinggi. Konsekuensi akan kebutuhan papan yang cukup tinggi menyebabkan pembangunan fisik baik gedung-gedung dan perumahan semakin marak. Hal ini tentulah menyebabkan makin menyempitnya lahan untuk bidang pertanian dan perkebunan. Dengan menyempitnya lahan untuk bercocok tanam, hasil produksi pangan tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan penduduk Indonesia yang begitu besar.
Hal inilah yang memerlukan suatu inovasi IPTEK di bidang pertanian dan perkebunan. Salah satu inovasi tersebut dapat kita adopsi dari Negara Jepang. Dengan lahan yang begitu sempit Jepang mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya dengan teknologi yang mereka miliki yaitu teknik bercocok tanam dengan hidroponik. Dengan diterapkannya hidroponik di Indonesia diharapkan mampu mengatasi kekurangan lahan dan hasil produksi pangan. Atas dasar tersebut penulis merasa tertarik untuk mengkaji dan mengetahui lebih dalam mengenai hidroponik serta segala sesuatu yang berkaitan dengan hidroponik tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis angkat, yaitu:
1. Apakah pengertian dari hidroponik?
2. Apakah keuntungan dari teknik bercocok tanam secara hidroponik?
3. Bagaimanakan susunan nutrisi yang perlu disiapkan dalam bertanam dengan teknik hidroponik?
4. Apa sajakah jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik?

1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah.
1. Untuk mengetahui pengertian dari hidroponik.
2. Untuk mengetahui keuntungan dari teknik bercocok tanam secara hidroponik.
3. Untuk mengetahui susunan nutrisi yang perlu disiapkan dalam bertanam dengan teknik hidroponik.
4. Untuk mengetahui jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hidroponik
Definisi hidroponik berasal dari kata Yunani, yaitu hudor yang berarti air dan ponos yang berarti mengerjakan, sehingga hidroponik diartikan sebagai pengerjaan air. Hal ini karena pada mulanya orang melakukan penanaman pada air. Meskipun ada yang mengartikan langkah tersebut sebagai aquaculture. Seiring dengan perkembangan metode penanaman yang menggunakan berbagai jenis media maka istilah itu juga berkembang, yang pada dasarnya adalah budidaya tanpa tanah.
Pada zaman dahulu hidroponik dikenal dengan istilah “bercocok tanam dalam air”, yang masih terbatas hanya menggunakan air dan lokasinya di laboratorium, sekedar bahan uji coba saja (aquaculture). Kenyataannya dalam laboratorium fisiologi tumbuhan, kita berhasil menumbuhkan tanaman dalam pot dan gelas berisi air dengan baik asal air itu diberi unsur makanan yang cukup atau sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya hidroponik kemudian mengalami perubahan, sehingga jauh berbeda dengan apa yang kita kenal sekarang Elemen yang digunakan untuk menumbuhkan tetap sama seperti nutrisi/ vitamin. Hanya dengan menggunakan hydroponic bisa lebih eficient karena nutrient bisa langsung menerima nutrient itu sehingga energy tumbuhan tidak perlu digunakan untuk mencari nutrient tersebut. Itulah kenapa hasil dari hydroponic lebih cepat besar dan berbuah lebih banyak dibandingkan menanam di tanah
Cara penanaman di atas air belakangan ini malah sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan cara penanaman diatas media lain yang lebih praktis, mudah didapat dan dilakukan. Ketika ahli patologis tanaman menggunakan nutrien khusus untuk media tanaman muncullah istilah nutri culture. Setelah itu bermuncullan istilah water culture, solution culture, dan gravel bed culture untuk menyebut hasil percobaan tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir. Istilah ini diberikan untuk hasil dari DR. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak yang berisi mineral hasil ujicobanya. Sejak itu, hidroponik yang tersusun dari kata hydros (air) dan ponics (bercocok tanam), digunakan untuk menyebutkan segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya.
Menurut Nicholls (1986), semua ini dimungkinkan dengan adanya hubungan yang baik antara tanaman dengan tempat pertumbuhannya. Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukanlah tanah, tapi cadangan makanan serta air yang terkandung dalam tanah yang terserap akar dan juga dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Dengan mengetahui ini semua, di mana akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah, yang berarti tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan diberikan cukup air dan garam-garam zat makanan.
Dalam perkembangannya sejak mulai populer 40 tahun yang lalu, hidroponik telah banyak mengalami perubahan-perubahan. Media tanam yang digunakan pun banyak yang dibuat secara khusus, demikian juga dengan wadah yang digunakan. Seperti pot misalnya, ada yang sengaja menciptakan pot khusus lengkap dengan alat perunjuk kebutuhan air, dan sebagainaya. Media tanam yang digunakan pun ada pula yang sengaja dibuat khusus seperti kerikil sintetis (perlit). Jadi bukan kerikil sebagaimana kita kenal, tetapi kerikil yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kerikil dengan sifat yang sama.

2.2 Penanaman Tanaman Hydroponic
A. metode penanaman tanaman hydroponic
1. metode kultur air,
yaitu metode yang menggunakan air sebagai media tanam. Air sebagai media tanam diisikan dalam wadah seperti stoples atau tabung kaca atau wadah lain.
2. Metode kultur pasir,
merupakan metode yang paling praktis dan lebih mudah diterapkan. Pasir yang digunakan sebagai media tanam bisa digunakan pasir kali. Sejak kurang lebih 30 tahun lalu, pasir merupakan pilihan medium yang banyak dipakai dalam tata cara hidroponik. Selain sifatnya steril (bukan steril seratus persen), juga dapat mempertahankan kelembaban lebih lama dibandingkan dengan medium lain dan dapat digunakan dengan hasil yang sama baiknya pada skala besar dan skala kecil (Agus Irawan: hal.33, 2003). Tetapi tidak semua pasir memiliki sifat yang sama. Sementara itu, sejumlah ahli beranggapan bahwa medium pasir memiliki kecenderungan terlalu basah, sehingga agak memboroskan zat makanan. Anggapan yang sebenarnya tidak bisa dipastikan.
3. Metode kultur bahan porous
seperti; kerikil, pecahan genteng, gabus putih, termasuk kerikil.
4. Hidroponik substrat
Tidak menggunakan air sebagai media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah.
5. Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique)
Model budi daya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran dapat berkembang di dalam larutan nutrisi, karena di sekeliling perakaran terdapat selapis larutan nutrisi.
6. Metode kerikil
Penggunaan bahan-bahan ini umumnya memiliki kelemahan pada kemampuan untuk mempertahankan kelembaban sehingga kondisi medium lebih cepat kering. Akan tetapi penggunaan bahan-bahan ini banyak disukai oleh pengelola hidroponik perumahan karena selain mudah didapat dengan harga murah, juga dapat mempertahankan kebersihan dan tidak mudah terlalu basah.
7. Auto pot
pada dasarnya adalah sebuah pot yang memiliki sistem untuk mengairi tanaman, biasnya berbentuk pot biasa yang memiliki mekanisme untuk mengairi tanaman y ada di pot tersebut bisa juga dengan cara polybag yang diberi arang sekam, kemudian di airi dengan menggunakan drip irrigation (emmitter hose) yang kita bahas kemarin
Emmitter hose ini di airi nutrient yang sudah disiapkan dan di teteskan ke polybag. ( mungkin rekan dari Info bunga bisa menceritakan lebih lanjut)
8. flood and drain
adalah teknik yang memompa air kedalam pot untuk apada waktu tertentu yang kemudian air tersebut akan kembali ke tangki untuk di pompakan lagi ( skema bisa dilihat di gambar)
9. Aeroponic,
adalah teknik dimana akar tumbuhan tersebut di semprot nutrient dalam bentuk kabut
10. Teknik Larutan Statis
Teknik ini telah lama dikenal, yaitu sejak pertengahan abad ke-15 olehbangsa Aztec. Dalam teknik ini, tanaman disemai pada media tertentu bisa berupaember plastik, baskom, bak semen, atau tangki. Larutan biasanya dialirkansecara pelan-pelan atau tidak perlu dialirkan. Jika tidak dialirkan, maka ketinggian larutan dijaga serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di ataslarutan, dan dengan demikian tanaman akan cukup memperoleh oksigen. Terdapatlubang untuk setiap tanaman. Tempat bak bisa disesuaikan dengan pertumbuhantanaman. Bak yang tembus pandang bisa ditutup dengan aluminium foil, kertaspembungkus makanan, plastik hitam atau bahan lainnya untuk menghindari cahayasehingga dapat menghindari tumbuhnya lumur di dalam bak. Untuk menghasilkangelembung oksigen dalam larutan, bisa menggunakan pompa akuarium. Larutan bisadiganti secara teratur, misalnya setiap minggu, atau apabila larutan turun dibawah ketinggian tertentu bisa diisi kembali dengan air atau larutanbernurtrisi yang baru.
11. Teknik Larutan Alir
Ini adalah suatu cara bertanam hidroponik yang dilakukan dengan mengalirkanterus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman. Teknikini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan bernutrisi dapatdiatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk ribuan tanaman. Salah satuteknik yang banyak dipakai dalam cara Teknik Larutan Alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau dikenal sebagai NFT, teknik ini menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut. Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman. Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.

B. Beberapa faktor yang harus diperhatikan
Larutan Nutrisi, harus memperhatikan jumlah dan unsur pH yang sesuai. UnsurpH berkisar 5,5 hingga 7,5. Larutan nutrisi ini mengandung konsentrasi N, P, K,Ca, Mg, S, dalam jumlah yang besar, sedangkan unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, danCl dalam jumlah yang kecil. Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garampupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara,pilihan biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.
Larutan Nutrisi, harus memperhatikan jumlah dan unsur pH yang sesuai. UnsurpH berkisar 5,5 hingga 7,5. Larutan nutrisi ini mengandung konsentrasi N, P, K,Ca, Mg, S, dalam jumlah yang besar, sedangkan unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, danCl dalam jumlah yang kecil. Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garampupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara,pilihan biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.
Oksigen, memegang peranan penting dalam hidroponik. Kekurangan oksigen akanmenyebabkan dinding sel sulit untuk ditembus, sehingga tanaman akan kekuranganair. Dengan demikian tanaman akan cepat layu karena larutan tidak mengandungoksigen. Pemberian oksigen ke dalam larutan dapat melalui gelembung udaraseperti pompa air gelembung yang dipakai akuarium, penggantian larutan nutrisisecara rutin, membersihkan atau mencabut akar tanaman yang terlalu panjang, danmemberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman.

C. Susunan Nutrisi yang Diperlukan dalam Teknik Hidroponik
Tidak menjadi masalah jenis metode hidroponik yang bagaimana yang akan diterapkan.. Yang penting dipahami ialah bahwa semua tanaman yang ditumbuhkan dengan metode hidroponik harus diberi makanan berupa campuran garam-garam mineral yang dilarutkan dan diberikan secara teratur.
Dalam sistem hidroponik maka media tanam yang digunakan tidak berfungsi sebagai tanah. Media tanam hanya berfungsi untuk menopang tanaman dan menjaga kelembaban tanaman. Oleh karena itu, media tanaman yang digunakan harus berasal dari bahan yang porous dan steril. Pemberian pupuk dilakukan dengan melarutkan pupuk dengan konsentrasi tertentu yang kemudian disiramkan ke dalam tanaman hidroponik.
Berikut ini adalah kandungan pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman serta fungsinya bagi tanaman:
Nama senyawa
Unsur utama
Sodium Nitrat (NaNO3)
Amonium Sulfat (NH4)2SO4
Potasium Nitrat (KNO3)
Kalsium Nitrat (Ca(NO3)2)
Superposfat (CaH4(PO4)2-H2O
Ammonium Pospat (NH4)2HPO4
Potasium Pospat (K2SO4)
Potash Chlorid
Magnesium Sulfat
Garam Epsom
Kudada Rock Pospat
Bone Meal
Nicifos
Manurin
Plantabbs
Kalsium Sulfat
Besi Sulfat
Magnesium Chlroride
Seng Sulfat
Copper Sulfat
Boric Acid Powder
Asam Molibdat
Kalium dihidrogen pospat
Triple Superpospat
Mangan Chlorid
N
N
N.K
N.Ca
P.Ca
N.P
K.S
K
Mg.S
Mg
P.Ca
P.N
N.P
N.P.K
N.P.K
Ca.S
Fe
Mn
Zn
Cu
B
2.3 Manfaat Penanaman tanaman hydroponic
Ada beberapa alasan yang menarik untuk berhidroponik. Alasan utama adalah kebersihan tanaman begitu terjamin sehingga bisa dilakukan di kamar tidur sekalipun. Hidroponik hampir dapat dilakukan pada semua tanaman, hasilnya sudah teruji lebih melimpah dibanding bercocok tanam di lahan atau di sawah.
Tetapi keuntungan yang lebih penting lagi adalah bahwa dengan cara hidroponik maka kita dapat memelihara tanaman lebih banyak dalam ruang yang lebih sempit daripada bercocok tanam tradisional, karena pot-pot atau kantong plastik yang digunakan dapat diatur dengan lebih mudah.
Dapat dilihat keuntungan dari bercocok tanam tanpa tanah adalah sebagai berikut :
a. Produksi tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan media tanam tanah biasa.
b. Lebih terjamin kebebasan tanaman dari hama dan penyakit.
c. Tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian air dan pupuk lebih hemat.
d. Bila ada tanaman yang mati, bisa diganti dengan tanaman baru dengan mudah.
e. Tanaman akan memberikan hasil yang kontinu.
f. Metode kerja yang sudah distandarisasi, lebih memudahkan pekerjaan dan tidak membutuhkan tenaga kasar.
g. Kualitas daun, buah atau bunga yang lebih sempurna dan tidak kotor.
h. Beberapa jenis tanaman malah bisa ditanam di luar musimnya dan hal ini menyebabkan harganya lebih mahal di pasaran.
i. Tanaman dapat tumbuh di tempat yang semestinya tidak cocok bagi tanaman yang bersangkutan.
j. Tidak ada resiko kebanjiran, erosi, kekeringan ataupun ketergantungan lainnya terhadap kondisi alam setempat.
k. Efisiensi kerja kebun hidroponik menyebabkan perawatannya tak banyak memakan biaya dan tak banyak memerlukan peralatan.
l. Keterbatasan ruang dan tempat bukan halangan untuk berhidroponik. Sehingga untuk pekarangan terbatas juga bisa diterapkan hidroponik. Bila perlu di dapur dan ruang tamu juga bisa digunakan untuk berhidroponik.
m. Harga jual produk hidroponik lebih tinggi dari produk non-hidroponik.
Dapat disimpulkan bahwa metode bercocok tanam tanpa tanah memberi keuntungan yang besar sekali terutama bagi penduduk kota yang tidak mempunyai lahan untuk bercocok tanam, daerah gersang dan sulit air, atau gedung-gedung pencakar langit sebagai tempat menanam tanaman hias berbagai jenis. Cara ini memberi kemungkinan tambahan untuk menghijaukan lingkungan pada tempat yang tak mungkin lagi untuk menanam tanaman pada tanah.

2.4 Jenis Tanaman Hidroponik
Adapun jenis- jenis tanaman hidroponik,antara lain:
1. Bunga-bungaaan:
a. Hibiscus rosa-sinensis
Tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan Kembang Sepatu atau Kembang Wera, yang berasal dari familia Malvaceae. Tanaman ini berasal dari Asia, sangat digemari orang karena bunganya yang bertangkai panjang menjurai dengan lima helai mahkota, yang tersusun membentuk terompet. Umumnya bunga berwarna merah, dengan nuansa lebih tua di bagian pangkalnya. Tetapi dapat juga bermacam-macam warnanya. Varietas yang merah dikenal sebagai Hibiscus rosasinensis varietas Liliiflorus. Tetapi dewasa ini muncul varietas-varietas lain dengan warna bunga jingga, kuning, putih dengan ukuran yang bermacam-macam. Disebut rosa-sinensis (mawar dari Cina), kerana bentuk bunganya memang mirip dengan bunga mawar, tetapi bukan. Tanaman ini sudah lama dibudidayakan di Cina, lalu dibawa orang ke Eropa dan disilangkan dengan bunga jenis lain. Sebagai tanaman hidroponik, Kembang Sepatu memerlukan cahaya matahari penuh, tetapi tidak tahan terhadap kekeringan. Jika kondisi tumbuhnya kering, bunga mudah diserang kutu daun yang merusak kuncup bunga yang mengakibatkan tejadinya cacat setelah berkembang.

b. Gardenia augusta
Tanaman ini berasal dari familia Rubiaceae, yang terkenal sebagai Kacapiring (Jempiring) yang berasal dari Cina dan Jepang sehingga dikenal dengan nama Bunga Cina. Tanaman ini digemari orang sebagai tanaman penghias kebun perkarangan, karena berbentuk perdu yang tingginya mencapai sekitar 3 meter. Apabila tanaman ini dihidroponikkan, tanaman akan tetap kerdil dengan bagus di dalam ruangan kantor atau tempat rapat. Warna bunga Kacapiring putih dan berbentuk seperti mawar dan akan selalu muncul pada ujung ranting. Ada dua jenis tanaman Kacapiring yaitu, berbunga tunggal dan berbunga dobel penuh. Kacapiring berbunga tunggal hanya dapat tumbuh baik dan membentuk bunga yang besar di daerah pegunungan (400 meter dari permukaan laut). Jika ditanam pada dataran rendah yang panas, bunganya akan kecil. Sedangkan Kacapiring berbunga dobel penuh dapat tumbuh dengan bagus pada daerah dataran rendah. Sebagai tanaman hidroponik, bau bunganya kurang menyolok jika dibandingkan dengan Gardenia yang ditanam dikebun. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan stek batang.

c. Begonia glabra
Tanaman Begonia Semak berasal dari familia Begoniaceae yang berasal dari Peru namun di Jawa Barat disebut Bihun. Tanaman ini biasanya ditanam di dalam pot karena permukaan daunnya yang berbentuk jantung, tidak simetris dan berwarna hijau. Namun pada bagian pangkalnya berwarna putih perak. Begonia terdiri dari tiga kelompok tanaman, namun tidak semuanya cocok untuk dihidroponikkan. Kelompok Begonia Kembang seperti Begonia elatior (nama umum), berbunga semusim dan sulit dipelihara dalam pot hidroponik. Kelompok Begonia Semak mudah hidup dan mudah berbunga. Bahkan pada usia muda sesudah disemaikan sebagai stek daun sering berbunga. Salah satu hibrida Begonia Semak yang berhasil dihidroponikkan di Jerman ialah Hibrida Kleopatra dari Begonia ricinifolia. Kelompok Begonia Daun dapat dipelihara dalam media tanam hidroponik. Jenis kelompok ini yang terkenal ialah Begonia rex, yang daunnya berwarna tiga macam. Tanaman Begonia Semak dan Begonia Daun akan cepat tumbuh apabila dipelihara di dalam rumah yang teduh. Tanaman ini cocok ditanam di daerah pegunungan dengan ketinggian 500 meter diatas permukaan laut. Tanaman ini diperbanyak dengan stek daun dan dapat berbunga sepanjang tahun.
2. Semak Hiasan
a. Caladium bicolor
Tanaman ini lebih dilenal dengan daun keladi dari familia Araceae (seperti talas-talasan dan bunga bangkai). Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan yang memiliki bentuk daun jantung bulat telur, atau panah segitiga berwarna putih dengan urat-urat hijau, oleh karena itu disebut bicolor. Jenis Caladium yang berwarna putih dan hijau dikenal sebagai Caladium bicolor candidum sedangkan yang berwarna hijau tepiannya dengan warna merah jingga bertaburan putih ditengahnya dikenal sebagai Caladium bicolor “ Mrs. Halderman”. Dan daunnya yang berwarna hijau ditepian dengan urat berwarna merah jambu ditengah disebut Caladium bicolor “rosebud”. Tanaman ini dapat ditanam di pekarangan atau di dalam box dan dapat dipelihara baik di dataran rendah maupun di pegunungan. Pembiakan tanaman ini melalui umbi.

b. Coleus blumei
Tanaman ini sejenis dengan tanaman Jawer Kotok atau Iler, dari familia Labiatae. Tanaman ini dianggap berasal dari Jawa. Tanaman ini memiliki keindahan daun yang berwarna merah anggur dengan bagian tengah merah jambu diselingi warna hijau. Sebagai tanaman hidroponik Coleus blumei tumbuh bagus dengan pengairan yang cukup dan menerima cahaya matahari terang secara langsung. Cra pembiakan tanaman ini dengan stek pucuk batang.

c. Iresine herbstii
Tanaman Brasilia dari familia Amaranthaceae yang terkenal sebagai Byam Merah karena warna daunnya merah tetapi diantaranya juga terdapat warna hijau muda dengan urat daun kuning. Sebagai tanaman hidroponik memerlukan lingkungan dengan intensitas cahaya matahari penuh.

3. Perdu dan Pohon Hiasan
a. Chrysalidocarpus lutescens
Pohon palem berbatang satu ini biasanya disebut Areca palem karena mirip dengan pohon pinang Areca catechu namun hal tersebut merupakan kesalahan karena lebih mirip Chamaedorea elegans. Sebagai tanaman hidroponik, tanaman ini tahan dipelihara dalam ruangan dengan suasana sedang.

b. Cocos nucifera
Pohon kelapa yang dapat dipelihara dalam pot hidroponik ialah varietas pendek seperti Kelapa Gading (Cocos nucifera varietas eburnea). Sebagai tanaman hidroponik kelapa gading memerlukan cahaya terang dan penyiraman sedang.

c. Ficus benyamina
Pohon Beringin familia Moraceae berasal dari Indonesia. Sebagai tanaman pot, tanaman ini dapt dikerdilkan, dan memerlukan cahaya terang serta matahari penuh. Selain itu juga dibutuhkan penyiraman yang teratur.

4. Sayur dan Buah
a. Brokoli
Sayuran sejenis kubis (Brasica oleracea varietas botrytis) dari familia Cruciferae yang berasal dari daerah laut tengah. Cara penamanmanya seperti bunga kol, desemaikan dahulu bijinya, kemudian bibitnya dipindahkan ke pot hidroponik. Tanaman ini sangat peka terhadap udara panas dan harus di panen sewaktu kepala bunganya masih kompak.

b. Tomat
Solanum lycopersicum dari familia solanaceae ditanam pada lahan yang memiliki udara sejuk dilingkungan yang kering, artinya tanaman ini tidak tahan panas dan hujan. Baik bibit berupa tanaman kecil maupun biji yang harus disemaikan sesuai petunjuk pada pembungkusnya, hanya bagus ditanam pada pot hidroponik jika tanaman sudah tinggi 6-10 cm. Setelah tanaman tumbuh diberikan tiang rambatan yang berupa pipa atau tali plastik.

c. Terong
Solanum melongena ditanam secara hidroponik untuk mempercepat waktu panen di luar musim tanamnya. Biji terong disemaikan dulu di pot persemaian lalu sesudah cukup kuat dipindahka kedalam pot hidroponik di bawah atap peneduh




































BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun simpulan yang diperoleh dari pembahasna di atas adalah Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan beberapa cara bercocok tananm tanpa menggunakan tanah sebagai tempat menanam tanaman, Lebih terjamin kebebasan tanaman dari hama dan penyakit, tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih hemat, bila ada tanaman yang mati, bisa diganti dengan tanaman baru dengan mudah, tanaman akan memberikan hasil yang kontinu,dll.
Keuntungan dari bercocok tanam secara hidroponik adalah produksi tanaman lebih tinggi, lebih terjamin kebebasan tanaman dari hama dan penyakit, tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih hemat, bila ada tanaman yang mati, bisa diganti dengan tanaman baru dengan mudah, tanaman akan memberikan hasil yang kontinu,dll.
Jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik antara lain bunga- bungaan, semak hiasan, perdu dan pohon hiasan, sayur dan buah- buahan.
Susunan nutrisi untuk tanaman hidroponik disesuaikan dengan jenis tanaman serta keperluan masing-masing tanaman akan unsur hara. Formula pupuk dapat dikreasikan sendiri oleh tiap orang atau pengembang untuk memperoleh hasil yang optimal.

3.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan kepada pembaca setelah membaca makalah ini adalah, pembaca diharapkan untuk dapat mengembangkan teknik bertanam hidroponik secara maksimal. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pangan terutama jenis-jenis tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi walaupun dengan keadaan lahan yang minim.





















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar